Skip to content

17 Agustus 1945 = 17 Ramadhan 1364 H, Benarkah?!!

Agustus 18, 2011
17 Agustus 1945 Bertepatan Dengan 17 Ramadhan 1364 H ?
17 Agustus 1945 Bertepatan Dengan 17 Ramadhan 1364 H ?

Ada beberapa hal yang menggelitik bagi saya, manakala berselencar di dunia maya ketika menjelang peringatan HUT kemerdekaan RI ke-66 pada tahun 2011. Salah satu hal ihwal tersebut adalah tentang perdebatan antara “ketepatan antara 17 Agustus 1945 dengan 17 Ramadhan”. Benarkah ketika dulu Mbah Soekarno dan Mbah Hatta mengumandangkan Proklamasi itu bertepatan pada 17 Ramadhan?!!

Setelah sedikit ‘ijtihad’ di dunia maya, saya menemukan beberapa tulisan yang terkait “tema” di atas tersebut. Seperti beberapa tulisan yang pro terhadap tema 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 17 Ramadhan, yaitu tulisan Om Ali Mustahib (baca di sini), tulisan Malikul Shaleh (baca di sini), atau bahkan tulisan yang kontra dengan tema, seperti tulisan yang berjudul 17 Agustus ‘45 Tidak Bertepatan dengan 17 Ramadhan. Dan tuisan di bawah ini agaknya dapat sedikit memberikan pencerahan terhadap kita hal yang sebenarnya. Selamat membaca!!

_____________________________________________________

17 Agustus 1945 Bertepatan Dengan 17 Ramadhan 1364 H?

Oleh: ahmedfikreatif

Bermula dari pernyataan salah seorang penceramah Ramadhan yang sengaja diundang di mushala kantor bernama Habib Mahdi Al-Athas yang menyatakan bahwa 17 Agustus 1945 adalah bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1364 H, maka aku tertarik untuk meneliti lebih lanjut ke-shahih-an pernyataan beliau. Betulkah tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan tanggal Proklamasi Indonesia bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1364 H ?

Langkah awal membuktikan keterangan sang Habib tersebut, yang pertama kali kulakukan adalah dengan melakukan konversi tanggal kalender Masehi 17 Agustus 1945 ke dalam kalender Hijriyah. Setelah melakukan konversi melalui web http://adrian.web.id/convert/, ditemukan hasil konversi bahwa tanggal 17 Agustus 1945 sama atau bertepatan dengan tanggal 10 Ramadhan 1364. Hasil tersebut ketika kulakukan konversi balik juga menghasilkan hasil kalender tanggalan yang sama. Dari sini, nampak sebuah keterangan bahwa pernyataan tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan kurasa tidak tepat dan terlalu mengada-ada.

Metode berikutnya adalah dengan mengecek pemberitaan mengenai pelaksanaan Sholat Idul Fitri (lebaran) pada tahun 1945. Jika memang tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1364 H, maka logikanya hari lebaran (Idul Fitri) pada tahun 1945 jatuh antara tanggal 30 Agustus atau 31 Agustus 1945. Kemungkinan lebaran terjadi pada tanggal 30 Agustus 1945 jika puasa Ramadhan pada tahun itu hanya berlangsung dalam 29 hari. Sedangkan kemungkinan hari Idul Fitri terjadi pada tanggal 31 Agustus 1945 jika jumlah hari puasanya sebanyak 30 hari karena di-istikmal-kan karena tidak berhasilnya rukyatul hilal.

Berdasarkan sumber koran-koran pada tahun 1945, yang kuperoleh dari sini (klik di sini), tersebutlah bahwa lebaran hari Idul Fitri pada tahun itu jatuh antara tanggal 7 September 1945 dan 8 September 1945. Ada dua hari raya Idul Fitri karena adanya perbedaan metode pengambilan pemutusan hari lebaran sebagaimana yang kita ketahui saat ini. Muhammadiyah saat itu berlebaran pada tanggal 7 September 1945 dengan menggunakan metode hisab haqiqi, sedangkan umat Islam secara umumnya lainnya berlebaran pada tanggal 8 September 1945. Artinya, yang berlebaran tanggal 7 September hanya berpuasa sebanyak 29 hari sedangkan yang berlebaran tanggal 8 September berpuasa 30 hari.* Dan kesimpulannya, lebaran jatuh bukan pada tanggal 30 atau 31 Agustus 1945.

Berikut selengkapnya potongan koran harian Asia Raja tertanggal 07 September 1945 di halaman pertama, “Pimpinan Komite Nasional Daerah Djakarta Raja mengandjoerkan kepada segenap anggota Poesat, tjabang dan Ranting dari K.N.I jang ber-Agama Islam, supaja besok hari Sabtoe tanggal 8 September berdoejoen-doejoen membandjiri lapangan Ikada Gambir oentoek sembahjang Idoel Fitri. Adjaklah keloearga dan kawan kawan oentoek bersama sama sembahjang ‘Ied. Sembahjang dimoelai djam 8.30 pagi”. (sumber: Lebaran tahun 1945)

Sumber keterangan lainnya, dapat terbaca dari harian Tjahaja, 4 September 1945 yang mengumumkan bahwa, “Idoel Fitri dalam Bandoeng Kota pada tahoen ini lebih bersemaraknja dari pada tahoen yang soedah soedah. Sebagai mana soedah dioemoemkan, Hari Lebaran itoe akan djatuh pada tanggal 8 jad (jang akan datang_pen) ketjuali djika pada malam Djoematnja ada roe’djat maka Hari Raja itoe akan djatoeh pada hari Djoemat tanggal 7. Sembahjang akan dilangsoengkan poekoel 9.30 dialoen aloen Bandoeng. Oentoek kaoem Iboe di halaman Kaboepaten. Jang akan mendjadi chatib ialah K. Abdoerachman dan wakilnya K.H.A. Salam.” (sumber: Lebaran tahun 1945)

Sumber lain juga terbaca di koran Soeara Asia 7 September 1945 bahwa, “Syuumukatyoo Surabaya hari ini menerima kawat dari Djakarta jang menyatakan bahwa hari raja Fitrah (Lebaran) dengan istikmal djatoeh pada hari S a b t o e tg. 8/9-2605 (tahun 2605 adalah keterangan tahun Jepang sebagaimana yang tersebut di dalam naskah Proklamasi yang asli, di situ disebutkan tahun ‘o5, bukan tahun ’45_pen).” (sumber: Lebaran tahun 1945)

Sementara itu, keterangan mengenai lebaran Muhammadiyah, dapat dibaca pada koran Soeara Asia tertanggal 7 September 1945 di halaman dua menulis,

“Pagi hari ini tg. 7/9 atas oesaha Moehammadijah tjabang Surabayadengan mengikuti hisab haqiqi yang dikeloearkan oleh P.B Moehammadijah Jogjakarta, di tanah lapang Persibaja Pasarturi telah diadakan sembahjang Iedul Fitri. Sebagaimana lazimnya nampak sedjoemlah kaoem poetri toeroet serta bersembahjang demikian djoega beberapa orang jang hanja ingin menjaksikan, berdiri berderet deret. Jang menjadi chatib dan imam jaitoe toean Abdullah Wasi’an. Sembahjang dimoelai djam 7.50”.

Kesimpulannya, lebaran jatuh bukan pada tanggal 30 atau 31 Agustus 1945 sehingga klaim bahwa tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 17 Ramadhan tidak tepat.

Metode lain adalah dengan mencoba melihat rekaman video hari Raya Idul Fitri pada sekitar tahun-tahun 1945. Sayangnya aku belum memperoleh video dimaksud. Meskipun demikian, aku berhasil memperoleh sebuah video rekaman Idul Fitri pada tahun 1942 (atau tahun 2602 dalam kalender tahun Jepang). Di dalam video itu disebutkan bahwa Idul Fitri jatuh pada tanggal 11 Oktober 2602 atau 11 Oktober 1942.

Sebagaimana diketahui, bahwa selisih hari antara tahun Masehi dan Hijriyah setiap tahunnya adalah ±11 hari. Dengan asumsi perhitungan tersebut, maka pada tahun 1943, kemungkinan Idul Fitri jatuhnya pada tanggal 30 September 1943 (hasil pengurangan 11-11, pen). Selanjutnya, pada tahun 1944 kemungkinan Idul Fitri jatuh pada tanggal 19 September 1944 (hasil pengurangan 30-11, pen). Dan berikutnya pada tahun 1945, Idul Fitri jatuh pada tanggal 8 September 1945 (hasil pengurangan 19-11, pen). Dan hasil penghitungan tanggal 8 September 1945 sebagai hari Raya Idul Fitri pas dan sesuai dengan keterangan pada koran-koran yang telah saya sebutkan di atas.

Dan keterangan terakhir, untuk membuktikan bahwa keterangan sang Habib tersebut salah adalah dengan menengok kalender pada tahun 1945 itu sendiri. Hasilnya, silakan dilihat pada gambar berikut ini:

Kalender Agustus 1945
Kalender Agustus 1945

Selengkapnya silakan klik kalendernya di Kalender 1945 (klik di sini).

Berdasarkan banyak sekali metode pembuktian yang saya peroleh tersebut, inti kesimpulannya adalah bahwa adanya keterangan yang menyatakan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 adalah bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan adalah sesat dan menyesatkan. Yang tepat dan benar, tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jumat dan bertepatan pada tanggal 9 Ramadhan 1364 H. wallahu a’lam.

*Diambil dari berbagai sumber

About these ads
One Comment leave one →
  1. ana permalink
    Juli 22, 2014 11:19 pm

    Jadi Kalau Muhammadiyah menetapkan Idul fitri tgl 7 September 1945, pada tahun itu, ketetapan itu tidak logis dong, karena pada sore hari tgl 6 September 1945 ketinggian hilal masih minus derajad atau hilal belum wujud. Kalau gitu jangan menuhankan HISAB.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: