Skip to content

Film-film Indonesia Layak Tonton!!

Oktober 27, 2011

Film-film Lokal Layak Tonton

Indonesia ‘tidak seburuk’ kelihatannya. Tentu banyak artis/seniman melek kualitas dengan karya yang bisa bersaing di kancah internasional. Sayang, di negeri ini, yang kaya dan kemaruklah yang ‘memegang kendali’. Konsep musik atau film dibuat asal jadi, asal bisa meraup keuntungan beberapa pihak dan kurang memberikan kontribusi dalam kemajuan industri hiburan Tanah Air.

Kita pun melek, kalau selalu ada karya berkualitas di negeri ini. Sayang,  kebanyakan karya berkualitas ini ‘tidak diakui’ negeri sendiri. Ini mungkin karena sebagian besar masyarakat kita adalah masyarakat televisi yang biasa menonton tayangan di bawah standar. Mereka juga kurang mengikuti perkembangan perfilman, konsep musik internasional karena tidak ada satu pun program TV di Indonesia yang membahas musik, film internasional kecuali cuplikan berita di news program. Ditambah lagi dengan keengganan infotainment membahas sebuah film nasional yang berkualitas. Dibahas pun harus memiliki kerjasama ‘hitam di atas putih’ antara produser dan PH infotainment. Maklum (pula) membahas launcing album atau rilis film sama dengan memublikasi gratis PH lain, dan itu dianggap ‘tidak etis’ .

Akhirnya masyarakat televisi pun tidak pernah mengetahui film-film berkualitas dan bahkan merasa tidak tertarik. Mereka ‘hanya akan menonton’ film dengan iklan memborbardir seperti halnya promosi film KCB (mulai dari audisi sampai promosi gede-gedean, lengkap dengan label ‘DIJAMIN MESIR ASLI’ yang bikin saya ngakak sambil tengkurap di UGD).

Berbeda halnya dengan masyarakat internet yang identik open minded, intelektual, dan lebih mengetahui informasi. Contohnya dengan film-film yang akan saya bahas berikut ini. Film-film yang akan saya tonton dan perlu kalian tonton. Film apa saja? Berikut saya urutkan berdasar antusiasme. Yang dibahas paling bawah berarti film yang wajib tonton.

The Perfect House

Hari ini (27 Oktober 2011)

Membaca artikel dan sinopsis  film ini membuat saya  ingin membandingkan film ini dengan film Indonesia brilian bernuansa psikologi, Pintu Terlarang karya Joko Anwar. Sebab, katanya The Perfect House ini punya atmosfir yang serupa. Dan yang membanggakan, film besutan Affandi Abdul Rachman ini mendapat sambutan dalam Puchon International Fantastic Film Festifal 2011 di Korea Selatan. Dari artikel yang saya baca, film ini katanya punya standar internasional dan detail.

Di jajaran aktor, jujur saya tidak menyukai pemainnya. Mike Lucock hanya saya suka saat dia tampil di Dara (film pendek Mo Brother). Cathy Sharon tidak saya suka atas penampilannya di Sang Dewi dan Bangku Kosong. Mungkin yang saya tunggu akting Bella Esperance.

Sang Penari

10 November 2011

 Tokoh Srintil adalah tokoh yang populer di dunia kesusastraan Tanah Air. Tokoh penari perempuan itu ada di dalam novel Ahmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.  Novel ini diterbitkan pada 1982 dan karya-karya Tohari ada yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris, Jepang, Tionghoa, Belanda, dan Jerman. Dan ini adalah kabar sangat baik dari mantan mahasiswa jurusan Sastra seperti saya.

Masih ingat dengan projek film adaptasi novel Bumi Manusia karya almarhum Pramoedya Ananta Toer? Saya menjadi salah satu orang yang antusias akan kabar ini. Sampai akhirnya saya menemui kabar kalau Garin Nugroho yang semula direncanakan menyutradari film ini mengundurkan diri. Akhirnya, projek ini jatuh pada Mira Lesmana dengan Riri Riza sebagai sutradaranya. Saya, sih, merasa film ini akan lebih bagus ditangani  Garin. Itu pun dengan biaya yang fantastis agar film terlihat epic. Sementara Riri Riza, karyanya tentu saja selalu bagus meski dia bukan sutradara favorit saya. Film adaptasi dari novelnya, Laskar Pelangi, mendapat film terbaik di Festival Film Asia Pasific 2009. Lucunya film ini tidak masuk FFI lantaran Mira tidak mendaftarkan filmnya. Langkah bagus, Mbak Mira (heu). Itu adalah bentuk protes terhadap sistem FFI oleh kalangan MFI (Masyarakat Film Indonesia) yang juga diikuti Nia Dinata.

Kembali ke topik, novel itu difilmkan dengan judul Sang Penari. Dibintangi tokoh utama perempuan yang lebih famiiar bermain FTV, Prisia Nasution, yang beberapa tahun lalu ikut acara MTV Ajang Ajeng bersama Nadya Mulia, dan lain-lain. Film ini juga didukung aktor kawakan Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, dan Dewi Irawan. Meski saya ‘menyayangkan’ ada orang itu lagi: Lukman Sardi. Yah, saya hanya menyukai Lukman saat tampil di Berbagi Suami. Juga Oka Antara, yang keduanya sempat memenuhi film-film berkualitas ‘kurang bagus’ AKA ‘murah-an’.

Sang penari disutradarai Ifa Isfansyah dan skenario adaptasinya dibuat oleh Salman Aristo, Shanty Harmayn, dan Ahmad Tohari. Film ini berlatar Indonesia pada pertengahan tahun 1960 di sebuah kampung miskin. Rencananya, saya akan menonton film ini baik sendirian, bersama teman, atau bersama pacar.

Arisan! 2

1 Desember 2011

Arisan! (2004) adalah film komedi satir yang mengisahkan tiga orang bersahabat yang punya konflik sendiri-sendiri.  Film ini menyentil kehidupan kalangan jetset yang menerapkan aktifitas arisan sebagai sarana menyombongkan diri (baca: eksistensi diri). Film ini membuat sebagian akan berpikir kalau orang kaya pun bisa jauh lebih menderita dari orang miskin. Salah satunya mengalami ketertekanan batin karena potensi menjadi gay, yang satunya tidak bisa mengandung, satunya lagi punya suami yang sempat berselingkuh.

Bumbu satir dan komedi film itu begitu terasa dan impresif. Jadi, adalah sesuatu yang ‘wajib’ bagi saya untuk meluangkan waktu pada Desember nanti, karena akan ada sekuel untuk film ini. Yap. Arisan! 2. Yang kali ini akan dimeriahkan oleh pasangan kekasih Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto. Film ini masih disutradarai Nia Dinata dan dibintangi tiga sekawan Cut Mini (Mei), Tora Sudiro (Sakti), Aida Nurmala (Andien), serta Surya Saputra dan Rachael Maryam.

Saya googling mengenai Arisan! 2 dan mengetahui sinopsisnya di wikipedia. Agak menyesal saya mengetahuinya karena saya ingin semuanya serba surprise ketika saya duduk di bioskop dan menikmati tontonan. Yang jelas film ini akan terbayang asyik karena aktor-aktor yang segar dan mumpuni. Apalagi ada aktris favorit saya Sarah Sechan dan Ria Irawan.

The Raid

Januari 2012

Sudahkah kalian menonton film Merantau? Film tentang seorang pemuda  gigih dan naif yang merantau ke Jakarta untuk mengajar pencak silat ini menjadi film terbaik versi saya tahun 2009. Tapi, sangat disayangkan film ini tidak menerima penghargaan dari FFI lantaran disutradarai orang asing. Tapi jangan pedulikan penganugerahaan yang bahkan tidak sekelas Oscar itu. Film Merantau diakui dan mendapat penghargaan di luar negeri dalam kategori Film Aksi Terbaik dalam ActionFest 2010 di Amerika Serikat.

Dan adalah The Raid,  film ketiga Gareth Evans yang banyak diperbincangkan masyarakat internet. The Raid mengisahkan tentang sekelompok polisi yang menyergap gembong narkotik yang tinggal di sebuah apartemen tua. Mereka pun harus bertempur dengan para penjahat yang jago silat itu.  Yang membintangi masih dua orang yang sama: Iko Uwais dan Yayan Ruhian yang sebelumnya tampil bareng dalam Merantau. Yang membanggakan, film ini akan diputar di bioskop Amerika sekaligus di Indonesia pada awal tahun 2012. Tak hanya itu, film ini juga akan diputar di sepuluh negara lainnya seperti Kanada, Inggris, Prancis, Jerman dan Australia.  Film ini juga meraih penghargaan The Cadillac People’s Choice Midnight Madness Awards di Festival Film Toronto pada 18 September 2011.

 
Salah satu artikel luar negeri tentang The Raid.

 

Oh, ya, pada awalnya film ini punya dua judul. Satu The Raid untuk dipasarkan secara internasional. Satunya lagi berjudul Serbuan Maut. Sesuatu yang sangat patut diapresiasi karena produser film ini memberi judul khusus untuk pasar Indonesia. Sangat nasionalis, bukan? Ketimbang film-film kita yang sebagian menggunakan judul English.  Akhirnya film ini hanya disebut sebagai The Raid, karena ada keluhan dari orang-orang yang menyangka The Raid dan Serbuan Maut adalah dua film yang berbeda. Selain itu, pemilihan The Raid diputuskan agar film itu lebih universal karena sudah diakui di festival film dan pasar internasional. Yang penting, kontennya yang serba Indonesia lebih penting, bukan?

The Raid mendapat sambutan hangat di luar negeri karena menawarkan bela diri kebanggaan Indonesia, pencak silat. Alias, menjadi hal yang baru bagi konsumen Amerika yang lebih melek dengan film action ala koboy atau kungfu. Tidakkah kelak akhirnya Indonesia akan lebih dikenal karena pencak silatnya? Namun, apakah ini akan diperhatikan kalangan atas di negeri ini dengan sekadar memberi film ini penghargaan? Entahlah, FFI 2011 saja, saya nggak tahu kabar terakhirnya. Dari info yang terakhir saya googling, acara itu ‘terkendala’ pendaftaran film. Yah, berarti setelah ‘chaos’ FFI kemarin, sistem penilaian FFI tetap nggak berubah, dong? Ketika d film-film yang dinilai hanya film-film yang didaftarkan produser film yang bersangkutan. Idealnya, kan, dipilih sendiri oleh si pantia.  Apalagi pergantian menteri budpar barangkali bikin acara tahunan itu sedikit ‘molor’. Entahlah.

Yang, jelas, The Raid adalah film yang paling saya rekomendasikan. Di IMBd saja (website perangkingan film dunia), The Raid sudah dinilai 9.0 dari 10 (bisa turun bisa naik sesuai dengan pem-voting). Dan, lebih dari itu, semoga produser film nasional kita yang demen banget bikin film berkonsep seksis tanpa kualitas bisa bertobat. Itu pun jika mereka punya ‘iman’,  dan rasa malu.

Selain empat di atas, ada pula film yang sepertinya berkualitas baik. Namun untuk apa saya memilihnya kalau saya tidak suka. Jadi empat besar itulah yang paling tepat. Dari keterlihatan, rekomendasi media, poster film, dan jajaran kru, keempat film itulah yang sesuai dengan standar Samandayu.

*Courtesy: samandayu

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: