Skip to content

Ketika Muhammadiyah Berdebat dengan NU

Juli 3, 2011

Siang itu usai melihat Film Sang Pencerah seorang Profesor dengan sangat percaya diri menceritakan kepada mahasiswanya tentang perjuangan Ahmad Dahlan. Di antara perjuangan Ahmad Dahlan adalah melakukan pembaharuan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Di bidang pindidikan pendiri Muhammadiyah yang bernama kecil Muhammad Darwisy ini telah menggunakan sarana dan prasarana modern seperti meja kursi dan papan tulis. Biasanya papan tulis meja dan kursi hanya digunakan oleh orang-orang kolonial Belanda. Beberapa Ulama’ konservatif seperti KH. Hasyim Asy’ari tidak mau menggunakan perangkat moderen seperti ini, karena milik orang Belanda dan kafir. Di bidang keagamaanAhmad Dahlan telah membuat gebrakan dengan menggeser arah kiblat. Konon perilaku pembaharuan yang dilakukannya, Dahlan dianggap sebagai orang kafir dan sesat oleh orang-orang konservatif. Namun Ahmad Dahlan tidak pernah putus asa untuk melakukan pembaharuan Islam di Indonesia.

Selain itu Ahmad Dahlan sangat gigih memerangi khurafat, bid’ah dan tahayul.  “Saya baru saja melihat film sang pencerah, untungnya saya Muhammadiyah sehingga mati langsung masuk surga. Berbeda dengan orang-orang NU yang masuk surganya setelah seribu hari”, ungkap Profesor bercanda dan Kontan seluruh isi kelas pada saat itu tertawa semuanya.

Ada seorang mahasiwanya bertanya. Pak Prof. Saya boleh bertanya ndak?

lho boleh silahkan. Profesor merasa senang karena ceritanya ada yang merespon.

Bagaimana Prof. bisa langsung masuk surga pak lha wong bapak tidak bisa menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nangkir di dalam kubur koq.

Jadi kalau bapak mati, bapak malah pusing dan digebukin sama malaikat terus menerus karena tidak bisa menjawab pertanyaannya. Kalau orang NU walaupun seribu hari baru masuk surga tapi kan tidak digebukin malaikat. Karena sudah ditalqin (dikasih bocoran sebelum dikubur). Pertanyaan sekaligus jawabannya sudah tau pak. Nah kalau bapak kan pertanyaannya saja tidak tau apalagi jawabanya?

Seluruh kelas sontak tertawa terpingkal-pingkal melihat sang profesor terkalahkan oleh mahasiswa selenge’an ini. Rupanya sang profesor tidak mau kalah berdebat. lantas dia mencoba bertanya kepada mahasiswanya itu.” Apakah diterima doa orang hidup kepada orang mati itu? kalau di terima kenapa tidak ada balesannya?”, Tanya Profesor. Dengan nada yang sangat datar mahasiswa itu bertanya balik. “Kalau memang tidak diterima, selama hidup saya mendoakan orang mati tidak pernah dikembalikan tuh pak. Logikanya kalau tidak diterima kan mestinya dikembalikan. ini tidak. Berarti kan diterima…??

Profesor pun langsung mengumpat keluar dengan nada jengkel. “Memang susah berbicara dengan kamu”, seru Profesor menunjuk mahasiswa selenge’an itu. Semua mahasiswa cekikian, namun tidak berani tertawa lebar karena takut sama Profesor. Setelah Profesor keluar beberapa langkah dari pintu, baru satu kelas tertawa terbahak-bahak.

 

Sumber: Jelajah Budaya

6 Komentar leave one →
  1. Juli 5, 2011 6:25 am

    cerita ne provokativ tapi karena dikemas dg humor jd “good”

    • Juli 6, 2011 5:46 am

      betul…
      seprovokatif apapun jika dikemas dengan “apik” maka menghasilkan penilaian yang seimbang. terlebih karena faktor humornya itu, kang😀

  2. Saychu Moham permalink
    Juli 8, 2011 6:27 am

    mangstabz… sangat menghibur tuh cerita. kira2 mana ya yang benar?yang selenge’an apa yang jengkel?😉

    • Juli 8, 2011 1:07 pm

      hehehe…
      cerita provokatif menjadi menarik bila dikemas dengan humor kang😀
      *yang bener yang commentar…

  3. el Qomar permalink
    Juli 11, 2011 8:43 am

    hmmm… keren kang, monggo dilanjut. tp dg kemasan yg konstruktif bukan mengolok-olok, karena mereka saudara kita seiman…

    • Juli 11, 2011 10:45 am

      kesan yang mendalam begitu terasa di tulisan ini meski substansinya profokatif tapi kemasannya humoris.
      maturnuman kunjungannya kang Qomar😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: