Skip to content

Wafatnya Guru Kami; Sebuah Nasihat di Bulan Ramadhan

Agustus 6, 2011

Nasihat itu Bernama Kematian!!

Ketika manusia mengingat kematian, mereka pasti akan menggunakan potensi-potensi dirinya hanya untuk beramal kebaikan. Manusia yang selalu mengingat kematian akan memutus dan menarik garis pembatas dengan segala perbuatan dosa, serta tidak akan pernah berkompromi dengan perbuatan durhaka. Sebuah hadist menyebutkan, orang yang cerdas adalah orang selalu mngingat kematian. Dengan mengingat kematiana itu, manusia akan mengorientasikan seluruh hidupnya untuk kebaikan.

“Setiap orang pasti mati untuk menemui (kematian) yang hendak dielakkannya dengan melarikan diri. Kematian adalah tempat di mana hidup ini menggiring kita ke sana. Melarikan diri darinya berarti menangkapnya (karena waktu yang digunakan untuk berlari darinya justru semakin memperpendek dan mempercepat pertemuan dengannya),” begitulah nasihat Syaidina Ali kepada kita.

Beberapa karakter tentang datangnya kematian, adalah sebagai berikut:

Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri siapa saja walaupun manusia berusaha menghindari dari resiko-resiko kematian.Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar(juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah maha mengetahui isi hati.” (Q.S: Ali Imran, 3: 154)

Kematian akan mengejar siapa pun meski ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapati kamu kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”. Dan jika mereka ditimpa suatu bencana atau musibah, mereka mengatakan: “Ini datangnya dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah:’ Semuanya datang dari sisi Allah. “Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik ) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” ( Q.S: An-Nisa 4:78)

Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S: Al-Jumuah, 62:8)

Kematian datang secara tiba-tiba

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisinya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. dan Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”.(Q.S: Lukman, 31:34).

Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang. Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga
Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa
Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa
Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara
Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

________________________________

*Sebagai pengingat wafatnya Guru kami Ustadz Abdus Shomad (Sumber Suko-Kertosari-Purwosari-Pasuruan) & Mak Jah (Putri Mbah Kyai Munawwir-Tegal Arum-Kertosono-Nganjuk), tanggal 05 Ramadhan 1432 H. Lahumul fatihah…

 

Ujung Desa Wisata Kertosari, 06 Agustus 2011

2 Komentar leave one →
  1. Agustus 6, 2011 10:17 pm

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

    ا ألْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    الرَّحْمـنِ الرَّحِي

    مَالِكِ يَوْمِ الدِّي

    إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِي

    أ هدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

    صِرَاطَ الَّذِينَ أَ نعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ ا لمَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: