Skip to content

Dimanakah Allah Swt Itu Berada?!!

September 8, 2011

Alkisah suatu saat Seorang Kakek yang hadir dalam sebuah pengajian yang dipimpin oleh seorang Ustad muda, bertanya: “Anakku, Tadi Anakku menyampaikan ceramah tentang Aqidah, tentang Allah, boleh kakek bertanya? Dimanakah Allah itu?”. Sebuah pertanyaan yang membuat sang Ustad muda bingung.., sangat dalam sekali.

Saat itu pula ia teringat pesan Guru-nya, jika ada yang bertanya dimana pertanyaan itu bukan sifatnya ingin tahu atau ingin sekedar menguji dan kita tidak tahu jawabannya maka berikanlah jawaban seperti ini “Sesungguhnya orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.

Kakek itupun manggut-manggut, sambil tertunduk beliau bertanya lagi. “Anakku, Coba Ambilkan Pelita itu (sebuah kaleng cat minyak yang berisi minyak tanah dan diberi api disumbunya), boleh kakek bertanya? Kapan Pelita ini disebut Pelita?”

Kembali sang Ustad memberikan jawaban “Kakek, Saya tidak bisa menjawabnya, Terangkanlah pada Saya”.

Sang Kakek bukan malah menjawabnya tetapi memberikan pertanyaan baru lagi “Jika Kakek Tiup Api diatas Pelita ini, Kakek bertanya, Tahukan Engkau Anakku, Kemana Perginya Api Itu?”.

Allahu Akbar! Teriak bathin sang Ustad, selama ini ia tidak pernah berfikir tentang kemana perginya api ketika ditiup dari pelita yang hidup, oh iya ya, kemana perginya api itu, bahkan tidak berbekas sama sekali.

Kembali ia menjawab “Saya Tidak Tahu Kek, Berikan ilmu Pada Saya”.

Kembali Kakek itu tidak menjawab, Beliau justru menanyakan nama si Ustad “Nak, Namamu siapa?”, ia jawab “Abdullah…”, beliau manggut-manggut lagi , ia bertambah heran saja dengan kakek ini yang entah dari mana datangnya. “Boleh Kakek bertanya lagi, Dimana Abdullah Itu?”

Wah pertanyaan apa lagi ini pikirnya, untuk yang satu ini ia menjawab “Di Depan Kakek , Inilah Abdullah… ”.

Si Kakek Tua hanya geleng-geleng kepala dan merenung sejenak, si Ustad terbawa suasana merenung seperti kakek ini dan tiba-tiba beliau menepuk bahu sang Ustad dan memanggil nama nya “Abdullah…….!”.

Ia jawab dengan Spontan “Ya Kek!”.

Kakek itu tersenyum lebar dan kemudian mengatakan : “Anakku, Barusan kakek merasakan adanya Abdullah, karena bagimu Abdullah itu tidak ada, jika Kau pegang tanganmu, itu Tangan Abdullah..!, jika kau pegang Keningmu, Itu Kening Andullah..!, jika kau pegang kepalamu, itu Kepala Abdullah..!, Jika kau pegang tangan dan kakimu, itu adalah tangan dan kaki Abdullah.!, lalu…..DIMANAKAH ABDULLAH ITU?! Abdullah Itu ada saat begitu banyak orang merasakan banyaknya manfaat kehadiran dirimu, sehingga banyak orang menyebut namamu Anakku…”.

“Demikianlah perumpamaan Allah Swt, Sesungguhnya Allah itu sudah Ada sebelum apapun ada dimuka bumi ini, Allah itu sudah ada bahkan jikapun Bumi tidak diciptakan olehnya, Tapi Allah itu Tidak Ada Bagimu, Jika kamu tidak pernah mengerti tentang-NYA, Kau sebut langit itu adalah langit ciptaan Allah, kau sebut Api itu Api ciptaan Allah, Kau Sebut Air, itu adalah Air Ciptaan ALLAH, lalu dimanakah Allah?”

Dimanakah Allah? Allah itu ada bagimu, Bila kau selalu menyebut nama-NYA, kau zikirkan setiap hembusan nafasmu, Maka Dia slallu ada bersamamu, Maka Allah itu Ada Bagimu, karena ada dan tidak adanya dirimu, Allah Itu Tetap Ada..!!”, demikian si Kakek menjawab panjang.

Subhanallah, pagi Ramadhan yang indah bagi si Ustad muda, sebuah ilmu yang tidak mungkin ia dapatkan di bangku kuliah…

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Walillahilhhamd

Sebelum perpisahan dengan kakek itu , ia masih penasaran dengan Perumpamaan Pelita yang ditanyakan tadi, sang Kakek lanjut menjelaskan “Pelita itu tidak bisa kamu sebut Pelita tanpa ada Apinya… ketika Pelita itu tidak Apinya dia hanya bisa disebut Kaleng Cat Minyak yang berisi minyak tanah dan bersumbu, itu saja…..

Baru Bisa Kau sebut Pelita apabila kau berikan Api disumbunya….

Ini bermakna demikianlah manusia, ketika ruhnya tidak ada, itu hanya bangkai yang berjalan, yang perlu kau hidupkan setiap hari adalah ruhnya, sehingga dia bisa menerangi dan memberikan manfaat bagi sekitarnya…”.

Allahu Akbar! Teriak bathin si Ustad muda.

Kembali sebuah nasehat yang luar biasa di Ramadhan ini bagi nya, dan ketika sebelum ia cium tangannya, Sang Kakek ini membisikan ke telinga “Anakku, Ingat saat Api diatas pelita itu ditiup, Api menghilang, tak berbekas dan kau tidak bisa melihatnya lagi, bahkan bentuk , rasa sudah tidak bisa kau lihat, bahkan kau tanyakan seribu kali kemana perginya Api kau tidak akan bisa menjawabnya…, Demikianlah dengan RUH anakku, saat dia pergi dari jasadmu dia tidak akan membentuk apapun , dia raib sebagaimana Zat yang menciptakannya, DIA-lah ALLAH Swt…. Maka rawat dengan benar ruh yang ada dalam jasadmu….. Assalamualaikum”.

“Wa’alaikumsalam” jawab si Ustad sembari menitikaan Air Mata, “Ya Allah, Ramadhan kali ini terasa indah bagiku, Aku ingin bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan Ya ALLAH” ia berdoa dalam hati..

Hingga hari ini, ia tidak menemukan bahkan tidak pernah mengenal nama kakek itu & tidak pernah ia lihat lagi seumur hidupnya…

 

*Courtesy: Facebook

22 Komentar leave one →
  1. September 14, 2011 2:53 pm

    Subhanallah

    Allahu Akbar
    Allahu Akbar
    Allahu Akbar

    Lailaa Haillaallah

  2. September 18, 2011 4:15 pm

    subhanallah..

  3. @welly1989 permalink
    Oktober 2, 2011 11:56 am

    allah allah allah….. bimbing hambamu ini ya allah kejalan mu

  4. Oktober 2, 2011 3:53 pm

    Alhmdllah,,,, Ya Allah…
    Izin mengcopy ya Mas..

  5. Oktober 7, 2011 2:59 pm

    yukron ustadz🙂

    • Oktober 12, 2011 12:40 am

      semoga membuka cakrawala pengetahuan kita
      *terimakasih telah singgah, kawan🙂

  6. Desember 4, 2011 6:03 pm

    kenallah allah dg asma’ul husna nya

  7. hamba Allah permalink
    Mei 17, 2012 12:02 pm

    Subhanallah…
    sy jga ikut menangis mendengar kisah ini..
    ALLAH HU AKBAR

  8. wongijo permalink
    Mei 20, 2012 3:04 am

    Allah itu ada bagi siapapun karena setiap manusia yang menggunakan akalnya pasti akan melihat keberadaanNYa. Lihatlah diri kita, manusia, dari sebuah sel di dalam rahim kemudian membelah diri menjadi milyaran sel yang membentuk berbagai bagian tubuh dan organ yang begitu rumit dan serasi fungsinya. ibu kita kah yang membuat? bukan… inilah titah Allah. perhatikanlah matahari, bulan, dan peredarannya, gunakanlah ilmu pengetahuan maka engkau akan melihat keberadaanNya..
    Keberadaan Allah adalah obyektif bukan subyektif…
    manusia yang tidak melihat keberadaan Allah hanyalah manusia yang tidak menggunakan akal dan hatinya. karena begitu jelasnya di setiap ufuk dan diri kita merupakan hasil sebuah kreasi yang tidak mungkin ada secara kebetulan. sedangkan sebuah mobil saja, yang lebih sederhana daripada manusia bahkan nyamuk, memerlukan perencana dan pekerja di pabrik pembuatannya.
    jadi..Allah itu ada disetiap pandangan mata, setiap pendengaran mata, setiap pembauan hidung, setiap rabaan kulit. Allah itu ada baik manusia mengakuiNya atau tidak, menyebutNya atau tidak. Tinggal bagaimana manusia mau membuka hati dan akalnya..
    Allah Maha Besar, Pencipta segala sesuatu, satu-satunya Dzat Yang berhak diibadahi, satu-satunya Yang berhak ditaati perintah dan laranganNya. Yang menurunkan aturan untuk kebahagiaan hamba-hambaNya.
    Dimana Allah? itu adalah pertanyaan tentang letak dzat (bentuk)Nya… manusia adalah makhluk yang sangat terbatas kemampuannya sedangkan Allah adalah maha sempurna. DzatNya dan letakNya adalah diluar kemampuan manusia untuk memikirkannya..manusia tidak akan pernah sanggup menjangkauNya. Bentuk dan letakNYa tidak akan pernah bs dijangkau oleh akal manusia yang terbatas, ilmu filsafat yang membahas itu hanya akan menghasilkan dugaan-dugaan tak berdasar.
    Oleh karena itu saudaraku cukuplah bagi kita melihat KEBERADAAN ALLAH, yang akan menunjukkan kebesaranNYa, kesempurnaanNya, kasihsayangNya. dengan itu kita akan mencintaiNya dan membelaNya meski Dia tidak butuk kita, tapi kita butuh Dia..

  9. Juni 17, 2012 10:01 pm

    Wow

  10. roy permalink
    Agustus 5, 2012 6:21 am

    kalo sudah tahu terus
    siapa yang pertama menggelari ALLAH sehingga sampai saat ini semua insan yg beriman menggelari ALLAH

  11. September 18, 2012 12:58 pm

    Subhanllah..subnallah, subhnallah

  12. September 24, 2012 3:09 pm

    Terimakasih atas tausiyah nya mas,,, sangat bermanfaat,!!!

    Subhanallah,,,

  13. September 25, 2012 4:27 pm

    Allahu Akbar, Maha Besar Allah, Maha Suci Allah, betapa BesarNya diriMu !

  14. ustadz boboho permalink
    Mei 7, 2014 4:07 am

    Allah ada dimana sejak dulu Dia ada…kebradaannya tidak dapat dilihat dengan indera, namun dengan ainul bashiroh…Allah muhitun bijamiil mahlukot, Allah la sarfa wala harfa.

    terima kasih atas pencerahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: