Skip to content

Anak-Anak yang Mengesalkan (?)

November 19, 2011

Dalam suatu perjalanan, kereta api memperlambat lajunya dan berhenti di suatu stasiun, naiklah seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil ke dalam salah satu gerbong. Penumpang sudah cukup padat, beruntung sang ibu dan kedua anaknya bisa mendapatkan tempat duduk.

Awalnya kedua anak kecil itu duduk tenang. Tak lama kemudian mereka mulai berlarian sambil berteriak-teriak, mereka juga naik keatas tempat duduk, menarik bacaan para penumpang, keduanya membuat suasana jadi gaduh dan tidak nyaman.

Setelah cukup lama menahan diri, seorang bapak yang duduk disebelah sang ibu menegur : “Kenapa anda membiarkan saja kedua anak anda membuat ribut dan mengganggu seisi gerbong ?”

Seakan baru tersadar, sang ibu menjawab perlahan : “Saya masih bingung bagaimana menjelaskan kepada mereka begitu kami sampai di Rumah Sakit untuk menjemput jenazah ayahnya”.

Ternyata sang ibu mendapat pemberitahuan bahwa suaminya sudah menjadi jasad di RS karena meninggal dalam kecelakaan.

Dia sekarang dalam perjalanan dengan anak-anaknya ke RS, seketika si bapak yang bertanya terdiam. Segera dari mulut ke kuping tersebar informasi tersebut dan semua penumpang yang tadinya merasa terganggu, berganti iba dan simpati.

Alih-alih marah kepada anak-anak yang gaduh dan ibunya yang terlihat cuek, sebagian penumpang malah mulai ikut bermain dan bercanda dengan kedua anak itu. Setelah mengetahui lengkap/persis apa yang terjadi, reaksi penumpang berbalik 180 derajat.

Demikianlah dalam kehidupan, mengetahui lengkap dibanding hanya sebagian, sangat mungkin membuat perbedaan respon seseorang terhadap suatu masalah/kejadian.

Disaat kita mau marah, jika memungkinkan, cobalah tahan sejenak dan cari tahu lebih banyak, dengan tambahan informasi, mungkin kemarahan anda jadi batal sehingga tidak muncul penyesalan dikemudian, so…be wise and have a good day my dear friends…

***

[Cerita ini diadopsi dan dimodifikasi dari buku Stephen R. Covey “Seven Habits of Highly Effective People”]

*Courtesy: pak de

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: