Skip to content

Anak Kaki Gunung; Tak Sekedar Sinetron

Januari 28, 2012

Entah kenapa?!! tiap kali mendengar kata “sinetron” saya sring terjerumus pada bayang-bayang “ke-enek-an” tingkat tinggi (aaahhh semoga tak berlebihan😉 ), betapa tidak? seperti yang kita ketahui bersama, -meski tidak semua- tapi, hampir bisa dipastikan sinetron-sinetron yang kerapkali nongol dan menghiasi layar pertelevisian kita selalu saja menghadirkan yang itu-itu saja (seperti percintaan yang “lebay”, pertikaian/konflik rumah tangga, perselingkuhan, pacaran, dan lain sebagainya). Inilah yang menjadi pemicu terbesar, hingga saya “agak males” untuk menikmati tayangan televisi lokal hehehehe🙂

Namun, setelah tadi pagi sempat melihat iklan di televisi swasta/lokal tentang sinetron garapan (desain produksi) dari Pak Dhe (alias H. Deddy Mizwar) yang berjudul “Anak Kaki Gunung”, agaknya sedikit bisa mengobati rasa haus negeri ini akan tontonan yang berkualitas (terutama bagi anak-anak). Sebagai pengantar sebelum sinetron ini ditayangkan lusa, ada baiknya kita simak di bawah ini:

ELIANA, PUKAT, BURHAN, dan AMELIA adalah anak-anak pasangan suami istri sederhana Pak SYAHDAN dan Mak NUR. Keluarga ini tinggal di sebuah kampung di kaki gunung Singgalang, Sumatera Barat, jauh dari perkotaan. Hanya ada satu Sekolah Dasar yang rusak bangunannya, dan hanya ada seorang guru yang mengajar, yakni PAK TAUFIK, guru honorer selama 15 tahun. Murid setiap kelas tidak lebih dari delapan orang.

ELIANA, PUKAT, BURHAN, dan AMELIA, bersama teman-temannya, setiap malam juga mengaji pada NEK KIBA – satu-satunya guru mengaji di kampung itu. Mereka ANAK KAKI GUNUNG, anak-anak yang peka terhadap alam dan makhluknya, yang selalu dapat mengatasi berbagai masalah­­­­ dengan kearifan sebagaimana yang diajarkan oleh orangtua dan guru-gurunya.

ANAK KAKI GUNUNG adalah cerita tentang sebuah keluarga yang saling menyayangi, kisah persahabatan yang indah, dan pembelajaran budi pekerti yang tanpa menggurui. Semua peristiwa itu dijalin dengan penuh kelucuan, kegembiraan, dan keharuan.

Deddy membuat film televisi tersebut didorong oleh keprihatinannya atas dunia anak-anak yang berbuat hal negatif, seperti melakukan kejahatan, mencuri, atau mengonsumsi obat-obat terlarang. Menurut dia, anak-anak melakukan hal tersebut, antara lain, karena mereka kian dini membaca dan melihat semakin banyak orang dewasa melakukan hal itu.

”Satu saat mereka beranggapan, mencuri bukan lagi kejahatan sebab banyak kasus korupsi menguap. Sebagian pelakunya mendapat hukuman ringan, bahkan sebagian lagi dibebaskan dan hidup sejahtera,” kata Deddy.

”Saya ingin memberikan sedikit ruang kepada anak-anak dan menyampaikan lewat film tersebut bahwa hidup jujur, penuh cinta, dan sukacita itu lebih sehat dan lebih baik untuk hidup mereka,” ujarnya. Deddy mengakui, mungkin filmnya itu sedikit pengaruhnya terhadap kehidupan akhlak anak-anak. ”Kian sedikit teladan berakhlak. Tetapi saya percaya, sekecil apa pun perbuatan baik kita, tidak akan sia-sia,” katanya.

***

Konon Film ini diilhami dari bukunya Bang Tere Liye yang berjudul Anak-anak Mamak. Sebagai bahan refrensi saya coba sedikit tayangkan catatan beliau sebelum rilis film Anak Kaki Gunung:

Ketika naskah Burlian ditulis pertama kali tahun 2009, sy tahu persis akan kemana larinya naskah ini: serial di televisi. Inilah novel yg direncanakan sejak awal atas kebencian tontonan di televisi. Sy menghabiskan waktu senggang, setelah bekerja, setelah tugas luar kota, dsbgnya untuk menyelesaikan Burlian. Jadi! Beredar di toko buku, sialnya, banyak sekali orang2 yg suka komen nyampah: ‘naskah ini mengekor laskar pelangi’–dimana2, di facebook, di forum, dsbgnya. Lah, mereka konfirmasi ke sy saja tidak. Cobalah santun sedikit nanya, bang tere apakah naskah itu ngekor laskar pelangi? Sy baca novel itu juga belum. Tapi memang begitu tabiat kebanyakan dr kita, mudah sekali menuduh mirip ini, niru itu, padahal pantang sekali bagi penulis tertentu meniru2.

Maka saya bergegas merilis Pukat, 2010. Dan semoga dengan begitu orang2 yg mudah sekali mangap jadi mengerti. Saya pikir mulai berkurang orang2 yg suka komen nyampah itu. Karena kalau masih nuduh ngekor, berarti dia tdk paham konsep serial dgn tetralogi. Tidak paham, anak2 mamak itu hanya berkutat di dunia anak2, tdk akan mengurus masa remaja apalagi masa dewasa mereka. Serial anak2 mamak itu adalah Spongebob, bisa dibaca dari mana saja. Bukan Avatar atau Naruto yg ada sequential bacanya. Makanya buku ini keluarnya ngacak, yg duluan ditulis, itu yg keluar, meski dia buku ke-4 seperti Eliana yg brojol kemudian, 2011. Well, kalian tahu bedanya antara tukang asal mangap dgn orang2 yg bekerja bersungguh2? Orang2 yg nyampah komen, biasanya hanya berhenti di depan laptop/HP, ruang kerja, meja kerjanya yg kecil saja–atau malah sebenarnya pengangguran, berusaha exis, naruh status ‘sy akan merubah dunia’, tapi merubah hidupnya sendiri sj ya begitu2 doang. Sedangkan orang2 yg bekerja bersungguh2, dipenuhi mimpi2, dipenuhi rencana, dan dilakukan dengan nyata.

Selengkapnya bisa baca disini…

Pemain DEWI IRAWAN, EDI RIWANTO, DEDDY MIZWAR, ANANDA PUTRI, M FAHRI, M FIDZI LALIL RAHIM, TISSA BIANI AZZAHRA, ATY CANCER, AFRIZAL ANODA, RAHMAN JACOB, dan lain-lain.

Sutradara KIKY Zkr, penata kamera ENGGONG SUPARDI, skenario MISBACH YUSA BIRAN, ARIEF GUSTAMAN, IDA FARIDA, FIRMAN TRIYADI, AL KADRI JOHAN. Diangkat dari novel ANAK-ANAK MAMAK karya TERE LIYE

Produser BUSTAL NAWAWI, desain produksi DEDDY MIZWAR

***

“Jangan pernah membenci mamak kau, jangan sekali-kali.. karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kalian, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya pada kalian”

Kalimat di atas tersebut adalah salah satu cuplikan di buku yang mengilhami film Anak Kaki Gunung. Semakin jelas, semoga tayangan ini bisa benar-benar mengilhami (paling tidak) memberikan tauladan “baik” di era derasnya perputaran informasi dan tontonan globalisasi hehehe😉

Selamat Menonton!!

Ujung Bangil, 25 Januari 2012

 

*diambil dari berbagai sumber

3 Komentar leave one →
  1. Februari 8, 2012 8:41 am

    Video episode-episode Anak Kaki Gunung ada di http://layartv.com/anak-kaki-gunung

    • Februari 12, 2012 2:15 am

      hihihi…
      wuaaahhh cocok tuh juragan,

      *trimakasih, ya telah singgah & berbagi😉

  2. abdul Rahman permalink
    Maret 12, 2012 6:27 am

    kami punya tawaran naskah, bercerita tentang mimpi-mimpi anak-anak yang ada di kawasan timur Indonesia tepatnya di Kabupaten Pangkep- Makassar (sulawsi Selatan) kami sudah menyusun naskahnya. cuma kami terkendala produks. sementara kami murni pekerja seni. bukan berarti kami tidak mau bekerjasama dengan PEMDA atau PT. SWASTA atau PH di Makassar. Namun kami ingin Naskah-naskah yang tak kalah menariknya jg seperti Laskar Pelangi, aNak Kaki Gunung atau yang lainnya juga di angkat di Jakarta. (jujur kami tak Punya segudang Pengusaha, Modal dan PH di belakang Naskah kami) tapi Murni garapan seniman yang ada di daerah tempat cerita tersebut.
    BAGAIMANA MEMASUKI PH di Jakarta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: