Skip to content

Tolong Dengarkan, Kawan-Kawanku FPI

Februari 13, 2012

Di tangan FPI, semua hal jadi rusak, termasuk semboyan “hidup mulia atau mati syahid.” Semboyan ini, yang dalam bahasa Arabnya “isy kariman au mut syahidan”, tadinya merupakan slogan mulia para pejuang muslim ketika berperang melawan agresi dan penjajahan kaum kolonialis dan imperialis Barat.

Tapi ketika dipakai oleh FPI, semboyan itu jadi ternoda. Gimana gak ternoda, la wong perilaku orang2 FPI penuh dengan kekerasan dan kebencian, dan jauh dari al-akhlaq al karimah (akhlaq yang mulia) yang diteladankan Nabi. Gimana gak ternoda, la wong untuk “hidup mulia” aja FPI gak becus, apalagi “mati syahid.”

Penodaan FPI ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh kaum Khawarij, sekte Islam ekstrim awal. Kaum khawarij berkoar-koar dengan semboyan “la hukma illa liilah” (tidak ada hukum kecuali hukum Allah), tapi ujung2nya mereka membunuh khalifah ‘Ali bin Abu Thalib, dan mengkafirkan kaum muslim lain yang tidak sepakat dengan mereka.

Terhadap perangai khawarij macam begini, Sayyidina ‘Ali berkata: Al haqq urida bihi al bathil: “kebenaran yang dipakai untuk tujuan yang bathil (tercela).”

Nah komentar menantu dan keponakan Rasulu terhadap FPI pada era al-Khulafau al-Rasyidun ini berlaku juga untuk FPI masa sekarang. Semboyan mereka bisa jadi mulia. Sayangnya, semboyan itu digunakan untuk tujuan yang tercela.

Memang di tangan FPI segalanya ternoda, termasuk semboyan “hidup mulia atau mati syahid.”

*Dari status FB Akhmad Sahal

___________________________________________________________

Reaksi di atas diungkapkan oleh penulis (A. Sahal) manakala media-media nasional memberitakan (untuk kesekian kalinya) kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh kawan-kawan FPI (Front Pembela Islam). Namun, kekerasan yang saat ini terjadi (agaknya telah membuat saya dan mungkin juga Anda) malah membuat ‘tersenyum puas’😉

Pasalnya, dari beberapa media meliput terjadinya “Penolakan FPI di tanah Dayak-Kalimantan”. Seperti kita ketahui di sini dan di sini (sebenernya hampir seluruh media Nasional meliputnya, tapi sekedar untuk contoh cukup dua berita itu saja😉 ).

Hal ini merupakan tindakan warga/masyarakat yang ‘agaknya’ bisa dibilang telah menunjukan “klimaks” terhadap perangai dan gerakan-gerakn yang dilakukan oleh FPI. Betapa tidak, semenjak dibentuk hingga hari ini, FPI kerapkali muncul dengan karakter gerakan-gerakan yang tidak pernah absen berkaitan dengan kekerasan, main hakim sendiri, premanisme, radikal dan lain sebagainya. (sejenak, kita melihat rekam jejak “kebrutalan FPI” di sini).

***

Berikut ini ada “semacam gagasan cerdas” untuk menyikapi beberapa Ormas Anarkis yang meresahkan warga (termasuk FPI). Dan, kajian berikut sangat proporsional juga logis untuk kita renungkan dan semoga ini mampu memberikan “suntikan wacana” bagi kita, terutama PEMERINTAH!!

MEMBUBARKAN ORMAS ANARKIS (silahkan disimak)

***

Bukankah, atas dalih apa pun, kebrutalan dan anarkisme tidaklah dibenarkan karena selain melanggar aturan juga merugikan orang lain. Kekerasan harus dihadapi dengan aturan hukum. Tugas aparat penegak hukum adalah melakukan langkah preventif atas adanya praktik-praktik kekerasan. Tidak dibenarkan jika aparat penegak hukum seakan-akan membiarkan hal itu terjadi. Sedikit saja ada gejala kekerasan, sudah sepantasnya aparat penegak hukum untuk bertindak. Itu penting untuk melindungi aturan hukum atau konstitusi yang berlaku, sehingga tidak dilecehkan karena adanya perilaku kekerasan dan anarkisme.

3 Komentar leave one →
  1. mujahidin permalink
    Juli 25, 2014 5:46 am

    kepada penulis anda mengapa mendewakan media tanpa ada tabayyun terlebih dahulu, sayang sekali indonesia masih punya makhluk seperti anda

  2. mas yo permalink
    Oktober 15, 2015 2:02 pm

    hanya mengandalkan media… kenapa tidak terjun meniliti langsung dan menyusup jadi FPI bila perlu. nanti anda akan tahu, kenapa FPI berbuat begitu, kenapa ada tindakan keras, apakah tidak ada tindiakan mediasi terlebih dahulu. Ibarat satpol PP, ada teguran dan peringatan dulu baru ada penggusuran. dan FPI melakukan itu semua, mulai dari lapor polisi, dikasih surat peringatan, bekerja sama dengan polri dan masyarakat. namun jika tidak ada tanggapan ya sudah, FPI turun tangan sendiri, masak kemaksiatan mau dibiarkan, ngadu ya percuma, dibiarkan nambah resah, dibubarin…. eh,,, malah disalahkan.

  3. riski permalink
    Februari 23, 2016 7:36 am

    setuju sama mas mas yg di atas , pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang , jgn melihat orang dari luarnya saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: