Skip to content

Kanjeng Nabi Muhammad Saw

Februari 17, 2012

Laqodjaakum rasulun min anfusikum ‘aziezun ‘alaihi maa’anitum harieshun ‘alaikum bilmukminina raufun rahiem (Q.S. 9:128)

“Benar-benar telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri, yang terasa berat baginya penderitaan kalian; penuh perhatian terhadap kalian; dan terhadap orang-orang mukmin, sangat pengasih lagi penyayang”. Demikianlah makna yang terkandung dalam ayat al-Qur’an di atas.

Sebagaimana orang mukmin ketahui, bahwa Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah tiada lain untuk merahmati semesta alam (Q.S. 21: 107). Sehingga tidak mengherankan jika Nabi Muhammad Saw dan agama yang dibawanya adalah rahmat. Merupakan kasih sayang bagi semesta alam.

Kasih sayang bisa dengan mudah Anda temui dalam kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad Saw, baik sebagai bapak dan suami dalam lingkungan keluarga, sebagai saudara di kalangan famili, sebagai teman di kalangan sahabat, sebagai guru di antara para murid, sebagai pemimpin di kalangan umat, bahkan sebagai manusia di tengah makhluk-makhluk Allah yang lain.

Bagi Anda yang membaca Sirah (kitab/buku sejarah) Nabi Muhammad Saw, kita akan mendapatkan profil pribadi pemimpin agung yang bercirikan; Tidak tahan melihat penderitaan umatnya, sangat menginginkan keselamatan dan kebahagiaan umatnya, sangat mengasihi, memaafkan dan memohon ampun kesalahan umatnya, mau bermusyawarah dengan umatnya, dan bertawakal kepada Allah Swt setelah bulat tekadnya.

Sepak terjang dan sikap beliau dalam kehidupan sebagaimana telah digambarkan oleh Siti Aisyah, ketika ditanya tentang Nabi Muhammad Saw, jawabnya sungguh singkat penuh sarat “Kaana khuluquhu al Qur’an”. (Pekerti Nabi adalah al-Qur’an). Benar-benar singkat, tapi penuh dengan makna.

Nabi Muhammad Saw merupakan representasi al Qur’an. Semua anjuran, perintah dan perilaku terpuji dalam al-Qur’an seperti takwa, sabar, amal shaleh, menegakkan kebenaran, memerangi kelaliman, membela kaum lemah, adil, berbudi, jujur dan seterusnya. Nabi Muhammad yang pertama-tama secara kontinyu melaksanakannya. Dan, semua larangan, pantangan dan hal-hal buruk yang dikecam oleh al-Qur’an, Nabi Muhammadlah orang yang pertama-tama dan secara kontinyu menjauhinya.

Sehingga, jika sekarang ini banyak umat Islam yang ‘tidak mengenal’ Nabinya dan sedikit sekali pemimpin Islam yang mewarisi atau (sekedar mencontoh) kepemimpinan Nabinya, berarti mereka belum sepenuhnya membaca dan memahami al-Qur’an.

Nabi yang penuh dengan kasih sayang ini memang terlalu berat untuk melihat umatnya dalam penderitaan, baik di dunia apalagi di akhirat. Alhasil, dapat kita lihat dari sikap, sifat dan sepak terjang beliau dalam kehidupan serta perjuangannya; bagaimana beliau menyantuni dan menganjurkan penyantunan terhadap kaum dhu’afa; bagaimana beliau menegakkan sekaligus menganjurkan penegakkan kebenaran dan keadilan; bagaimana beliau menghormati sekaligus menganjurkan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia; bagaimana beliau berperangai mulia sekaligus menganjurkan untuk berperangai mulia (berakhlakul kariemah); dan bagaimana beliau tidak henti-hentinya melakukan sekaligus menganjurkan kepada amar ma’ruf nahi munkar dan seterusnya.

Tentang amar ma’ruf nahi munkar, bahkan telah menjadi ciri Nabi dan juga diharapkan menjadi ciri umatnya. Amar ma’ruf nahi munkar, apabila dicermati, kiranya memang merupakan manifestasi dari keinginan keselamatan umat manusia, agar tidak mendeita, yang bersumber dari dan didorong oleh kasih sayang itu pula. (Mencari Bening Mata Air, 2008:14).

Boleh jadi, hanya orang yang mempunyai rasa kasih sayang dan memahami arti sebenarnya dari kasih sayanglah yang mau dan menerima  amar ma’ruf nahi munkar.  Amar ma’ruf nahi munkar, hampir tidak bisa dibayangkan berjalan dan apalagi membudaya, jika dalam masyarakat tidak saling menyayangi dan mengasihi. Jadi, selain kasih sayang, watak dari kepemimpinan Nabi Muhammad Saw adalah kemanusiaan.

Waba’du. Kalau Nabi Muhammad Saw mencontohkan dan menganjurkan demikian, apakah kita sudah sepenuhnya meneladaninya?

 

***

Sebuah refleksi di hari kelahiran (maulud) Nabi Muhammad Saw 1433 H

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: