Skip to content

Menguji Bisnis (Baru) Kita

April 25, 2012

Setiap orang, yang bukan dari keturunan pengusaha, tentu  sedang atau pernah dalam situasi ragu-ragu untuk memulai bisnis? anda merasa peluang emas ini berada di depan mata namun anda tidak yakin apakah anda berhasil. Semakin lama anda menunggu, anda semakin kehilangan kesempatan. namun semakin cepat anda melangkah, semakin anda tidak bisa mengendalikan ambisi anda untuk bisa meraup keuntungan besar dengan cepat, dan anda menyadari kalau hal tersebut berbahaya.

Kalau anda ingin menjawab keraguan tersebut, lakukah tes ini terdiri dari pertanyaan sederhana, sehingga anda dapat menyimpulkan apakah anda sebaiknya meneruskan langkah anda untuk menekuni usaha anda, atau sebaiknya berpaling mencari peluang yang lain.

CUSTOMER
pertanyaan pertama adalah siapa customer bagi bisnis anda? dalam konteks ini, saat anda mengkaji kelayakan bisnis anda, maka yang dimaksud customer adalah orang yang membayar anda. Siapakah orang-orang tersebut? Apakah mereka benar-benar memiliki uang untuk membayar apa yang anda tawarkan? Apakah mereka benar-benar bersedia mengeluarkan uang mereka untuk  membayar apa yang anda tawarkan? Apakah jumlah mereka cukup banyak untuk menutupi biaya-biaya anda dan memberikan anda keuntungan? Sebaik apa pun produk anda namun bila tidak ada yang bersedia membelinya maka secara bisnsis, produk anda tidak memiliki nilai. Pertanyaan “CUSTOMER” yang pertama ini benar-benar menguji naluri bisnis anda, jika jawaban terhadap semua pertanyaan tadin adalah “ya”, maka anda melanjutkan pertanyaan yang ke-dua.

CONCEPT
Pertanyaan ke-dua adalah apakah anda memiliki concept yang benar-benar  unik (dibandingkan para pesaing anda) dan sekaligus benar-banar  relevan (cocok) dengan kebutuhan, keinginan, kecemasan dan hasrat dari customer anda?

“CONCEPT”  ini benar-benar  menguji kreativitas bisnis anda, kemampuan menjawab pertanyaan yang kedua ini akan memberikan potensi untuk menciptakan sebuah bisnis yang digandrungi pelanggan dan sekaligus tidak mudah ditiru pesaing. Anda tidak perlu malu untuk meniru dan memodifikasi konsep yang terbukti berhasil, lakukan dengan cara legal dan etis.

COMPETENCES
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah anda memiliki keahlian (kompetensi) untuk menyediakan produk tersebut? yang dimaksud kompetensi dalam hal ini bisa berarti anda sendiri ataupun orang lain yang melakukannya. Maka anda harus benar-benar terampil, bila tidak maka anda harus meningkatkan kemampuan anda. Namun jika ternyata tidak mampu anda tidak perlu memaksakan diri, anda bisa dengan orang lain.

COLLABORATION

Sehebat apapun kompetensi yang kita miliki, kita tidak bisa menjalankan bisnis sendiri, anda tetap membutuhkan pihak-pihak lain untuk mewujudkan usaha anda. Mulai dari penyediaan bahan baku sampai dengan suppliernya, hingga sampai penyalur produk anda, akan anda butuhkan kemampuan untuk mengendalikan mata rantai bisnis yang anda bangun. Satu saja matai rantai menolak dengan bisnis anda, maka bisnis anda akan rapuh.

CAPITAL

Jika anda bisa melalui ke empat pertanyaan tersebut, CUSTOMER, CONCEPT, COMPETENCES dan COLLABORATION, maka giliran menguji kesiapan permodalan anda. Ada dua jenis modal paling tidak, untuk mulai suatu bisnis, yaitu modal investasi dan modal operasional. Modal investasi dibutuhkan untuk mendapatkan fasilitas agar bisa membangun bisnis anda, seperti gedung, gudang atau mesin dan peralatan. Modal operasional adalah untuk menjalankan roda bisnis anda, seperti gaji, transport dll.

COMPATIBILITY

Sudah banyak sharing para pengusaha baik yang bermodal kuat atau lemah dan pas-pasan, bahwa hanya 10% para pelaku bisnis di tahun pertama yang bisa bertahan. Disinilah perlunya bisnis harus COMPATIBILITY, bisnis yang bagus adalah bisnis yang compatible, artinya anda bisa keluar dari bisnis tersebut, tanpa mengalami kerugian yang besar. Peran pengalaman dan masuk dalam sebuah komunitas bisnis, seperti Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), memberikan pengaruh yang besar, untuk belajar dan bersinergi dengan orang-orang pengusaha yang sudah tahu bagaimana bisnis yang Compatible.

Ada dua kemungkinan yang menyebabkan bisnis anda mempunyai compatible yang tinggi, yaitu anda masuk dengan investasi yang rendah, misalkan anda tidak membeli tetapi menyewa gedung untuk bisnis, atau bisnis anda bisa diubah tanpa dengan tambahan modal yang besar. Misal anda membeli sebuah tempat di depan Rumah Sakit untuk rumah makan, ternyata tidak menguntungkan (sepi pelanggan), anda bisa merubah tempat itu menjadi mini market misalnya, semakin tinggi compatible bisnis anda, semakin rendah resiko yang anda hadapi.

COMMITMENT

Akhirnya kita sampai pada pertanyaan terakhir, yaitu Komitmen “COMMITMENT”, barangkali kata-kata yang paling sulit kita tegakan, seringkali kita tergoda dengan tawaran-tawaran di luar yang menggiurkan, saat kita sedang menjalankan usaha, apakah adanya tawaran menjadi pegawai lagi dengan gaji yang lebih tinggi, atau menduduki jabatan yang lebih tinggi di tempat bekerja sebelumnya, sering kali kita sebut “destruction”, atau godaan yang merusak. Komitment memang paling sulit, tetapi ini sangat menentukan keberhasilan bisnis anda, sebab tidak serta merta anda sudah melewati pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas terus menjadi berhasil dalam usaha anda.

Setiap bisnis akan menghadapi ujian, ada pasang surut, kadang sepi omset, kadang masalah karyawan, bencana, dan kecelakaan yang tak terduga. Tanpa komitmen yang kuat, anda akan gampang menyerah, dan mengatakan bahwa saya tidak pandai atau bakat berbisnis. Lingkungan positif dan pengisian mental kita sebagai pengusaha Muslim akan menjadi penguat, tatkala pada posisi yang kritis, teruslah mendekat pada orang-orang yang sudah sukses, dan tidak berhenti hanya mengejar keuntungan dunia, tetapi harus juga demi keuntungan Akhirat.

*Courtesy: E. Sugiyanto (kpmi)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: