Skip to content

Nongkojajar Tempo Dulu

September 8, 2012

Desa Wonosari atau yang lebih dikenal dengan nama “Nongkojajar” terletak di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Kawasan Nongkojajar ini terletak di kaki Gunung Bromo dan merupakan salah satu pintu gerbang yang dilalui ketika kita hendak menuju ke Gunung Bromo.

Menurut sumber cerita dari sesepuh Desa Wonosari yang masih ada hingga saat ini, lahirnya Desa Wonosari dimulai sekitar Zaman pemerintahan Raden Untung Suropati di Kabupaten Pasuruan. Saat itu wilayah Nongkojajar masih merupakan alas (hutan lebat). Banyak terdapat Bunga Lecari di dalam hutan tersebut, sehingga nenek moyang kami menyebut wilayah ini dengan nama Wonosari yang selanjutnya digunakan sebagai nama Desa .

Desa Wonosari lebih akrab disebut sebagai Nongkojajar, namun sebenarnya tidak ada tempat yang benar-benar merujuk pada keberadaan Desa Nongkojajar ataupun Dusun Nongkojajar. Nongkojajar sendiri diambil dari sebuah nama Hotel pada masa penjajahan Belanda yaitu ‘Grand Hotel Nongkojajar’, sekarang nama Nongkojajar juga mewakili Kecamatan Tutur, dan baru pada tanggal 29 April 2012 Pemerintah setempat mengukuhkan sekaligus mengesahkan Nongkojajar menjadi ganti dari nama dusun “Pasar Baru”. Dengan kata lain, Nongkojajar adalah sebuah Dusun yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan.

Berikut kilas balik kondisi Nongkojajar “TEMPO DULU” (photo diambil dari Om Andrew T. Stube):

#Tampak halaman depan dan jalan masuk “Grand Hotel Nongkojajar”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#Kondisi Jl. Raya Mesagi-Nongkojajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#Lintasan Jalan Nongkojajar menuju Gunung Bromo (Tosari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#Kondisi Hari Pasaran di Pasar Nongkojajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#Rumah Petani di Nongkojajar

8 Komentar leave one →
  1. imum permalink
    September 12, 2012 1:03 pm

    alam jaman dulu itu asyek.. tp sayang dalam kondisi dijajah..

  2. Ny. Wardy... permalink
    September 19, 2012 5:26 am

    wweee,,.. yg jadi wong NJJ reekk…

  3. November 23, 2012 4:38 pm

    Terimakasih banya k telah sedikit memberikan hasil liputan tentang Nongkojajar tempo dulu sehingga kami sedikit menhetahui keadaan Nongkojajar tempo dulu.

  4. heru dwi suasnto permalink
    Januari 12, 2015 5:04 am

    perasaan nama pasar baru kawit aku cilik mas……………😀

    • Januari 20, 2015 5:14 am

      Lho ya emang udah dari dulu Om. tapi, sejak 2012 dusun “Pasar Baru” kuwi diganti dengan dusun “Nongkojajar”. Kebetulan event yang diselenggarakan pas hari pergantian nama dusun itu, Do’a bersama lintas agama dan Manakiban serta Istighosah (dipimpin KH. Sholeh Bahruddin-Purwosari) yang bertempat di halaman Koperasi Setia Kawan😉

      Begitu ceritanya, kalo butuh verifikasi monggo hubungi kasun setempat, jangan hubungi Londone lho Om😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: