Skip to content

Serunya ke Bromo Lewat Pasuruan

Maret 22, 2013

Bromo Via Pasuruan 3Bromo telanjur idenntik dengan Probolinggo. Padahal kawasan Gunung Bromo mencakup empat wilayah, masing-maisng Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Memang tak dapat dipungkiri jika akses menuju Gunung Bromo, Probolinggo paling lebih dikenal dibanding dengan tiga daerah lainnya. Fasilitas wisatanya juga jauh lebih maju, karena industri wisata Gunung Bromo telah lama dirintisnya lebih dulu.

Namun, tidak ada salahnya jika wisatawan mencoba berwisata ke Gunung Bromo lewat Pasuruan. Dipastikan akan lebih seru, karena panorama sepanjang perjalanan akan jauh lebih eksotis.

Berwisata ke Gunung Bromo lewat Pasuruan bisa ditempuh lewat dua akses. Pertama lewat Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Gunung Bromo. Kedua, Pasuruan – Warungdowo – Ranggeh – Pasrepan – Puspo – Tosari – Gunung Bromo.

Bagi wisatawan yang datang dari Malang, bisa melalui pintu gerbang Purwodadi (sebelah selatan Kebun Raya) terus Nongkojajar – Tosari – Gunung Bromo. Sedangkan wisatawan yang datang dari arah Surabaya bisa lewat Pasuruan – Warungdowo – Ranggeh – Puspo – Tosari – Gunung Bromo.

Atau jika ingin sekalian menikmati wisata agro, wisatawan bisa memilih, akan masuk dari mana saja, dan pulangnya lewat mana, sebab kedua pintu masuk tersebut juga saling berhubungan.

Jika ke Gungung Bromo lewat Nongkojajar, wisatawan yang masuk lewat Purwodadi di sepanjang perjalanan akan disuguhi panorama “landscaping” yang indah. Di ladang yang kontur tanahnya berundak akan terlihat para petani melakukan kegiatan budi daya pertanian berbagai komoditas.

Memasuki wilayah Nongkojajar wisatawan akan melewati perkebunan apel, bunga krisan, stroberi, durian, buah naga, paprika, sayur mayur, serta peternakan sapi perah. Di Nongkojajar wisatawan tidak hanya cukup memandanginya, buah-buahan serta hortkkulotura nan ranum, tapi juga bisa menikmatinya.

Sedangkan jika lewat Pasuruan, wisatawan akan menikmati panorama alam pedesaan yang unik, dan menarik. Memasuki wilayah Pasrepan wisatawan akan melewati pasar tradisional buah-buahan, seperti pisang, mangga, durian, nangka, petai, dan empon-empon.

Aneka jenis komoditas produksi para petani darikaki Gunung Bromo tersebut bisa dibeli dengan cara borongan. Namun, jika ingin sekadar untuk mencicipi juga ada yang dijual secara perorangan/eceran.

Sesampai di wilayah Puspo wisatawan akan melihat kehidupan pedesanan yang unik. Di tanah hutan Puspo wisatawan akan berpasasan dengan para warga yang meluncur pulang dari hutan dengan membawa rumput, kayu maupun, hasil hutan lainnya dengan menggunakan geledekan.

Geledekan merupakan kendaraan yang terbuat dari kayu yang digunakan warga sebagai alat angkut. Namun kendaraan tersebut hanya bisa meluncur ke bawah, karena tenaganya hanya memanfatkan hukum grafitasi alam.

Geledekan merupakan moda kendaraan yang ramah lingkungan, karena tidak menggunakan bahan bakar jenis apapun. Geledekan hanya bisa meluncur,sehingga jika akan digunakan harus ditarik terlebih dulu ke tempat yang lebih tinggi.

Memasuki wilayah Tosari, wisatawan akan disuguhi hutan yang masih berselimut kabut. Vegetasi hutan di wilayah Tosari relatif masih rapat, meski setiap tahunnya cenderung terus berkurang, seiring pemanfaatan untuk lahan pertanian.

Di wilayah Tosari, wisatawan selain dapat menyaksikan ladang sayuran yang merupakan produk utama warga setempat, juga bisa disaksikan ladang gandum, yang merupakan lahan percontohan pengembangan budi daya gandum di Indonesia.

Dari dua akses jalan menuju Gunung Bromo tersebut, wistawan baru bisa menggunakan mobil pribadi atau travel, karena belum tersedia kendaraan umum. Namun; sesampainya di Tosari wisatawan yang akan meneruskan ke Gunung Bromo harus ganti mobil wisata setempat, yakni sebuah jip khusus angkutan wisata.

Keharusan menggunakan mobil jip wisata, semata demi keamanan dan kenyamanan wisatawan. Mobil-mobil pribadi bisa ditinggal di halaman pendapa Agung Wonokitri, yang merupakan lahan parkir terkahir, atau ditinggal di temat penginapan, yakni di hotel atau penginapan.

Biaya sewa mobil jip khusus wisata ulang alik Tosari – Gunung Bromo sebesar Rp350 ribu, dengan obyek wisata Puncak Penanjakan dan Puncak Gunung Bromo.

Puncak Penanjakan merupakan destinasi utama Gunung Bromo yang hanya bisa dikunjungi lewat Pasuruan. Dari puncak Penanjakan wisatawan akan bisa menyaksikan Matahari terbit yang eksotik, serta lanskap Gunung Bromo nan-memesona.

Bromo Via Pasuruan 2

Mau mencoba. Silakan…😉

___________________________________

Courtesy: http://antarajatim.com

9 Komentar leave one →
  1. Maret 22, 2013 9:28 am

    asyeekk, jadi inget 15 tahun yang mas bro ke bromo jalan kaki dari Sukorejo via Purwodadi, xixixixi

  2. de'vivie.. permalink
    Maret 23, 2013 2:41 am

    hemm…bener maz..meding lewat pasuruan via nongkojajar,,lewat ngalam,,jalannya..mbokkk…..gulo kacang sekalee…..hahaha

  3. Mei 21, 2013 1:11 am

    rute lainyang harus dicoba, khusus sepeda motor yaa…
    purwodadi – nongkojajar – kandangan – widodaren – lautan pasir bromo…

  4. Bang Luqman permalink
    Juni 10, 2013 3:11 am

    Reblogged this on Bang Luqman and commented:
    Tantangan Gunung Bromo

  5. Herman permalink
    Agustus 24, 2013 4:30 am

    Hem……..pingin banget ke Bromo lewat Pasuruan – Pasrepan – Puspo – Tosari.
    19 tahun yll pakai motor Honda Astrea 800 cuma sampai Puspo. Motornya gak kuat nanjak. Akhirnya mampir ke air terjun Rambut Moyo.

    Sisi positifnya, aku jadi punya tekad merantau ke tanah Pasundan, dan Alhamdulillah kesampaian juga tekadnya. Meskipun tekad kedua gak kesampaian. Hiks……waktu itu sambil ngajak Mojang Priangan.

  6. September 6, 2013 12:44 pm

    BROMO TANJUNG PONDOK TANI (COTTAGE)
    Dalam rangka Memperkenalkan “Kawasan Tengger-Bromo” dari segala aspek, Kami buka Pondok Tani (Cottage) Tanjung – Tosari untuk umum
    # hub per sms/tlp: 081385458993-081553258296(Dudick).*-*081249244733-085608326673(Elie)*
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian
    * rute: pasuruan-warungdowo-ranggeh-pasrepan-puspo-tanjung KM 95 pos jaga loreng2.(Tanjung Pondok Tani) -> (Baledono-Tosari)
    HARGA KAMAR :
    @.kamar los + 2 km mandi luar, kapst: 9 s/d 16 orang. Rp.350.000,-/malam.
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 4 s/d 6 orang. Rp.250.000,- /malam.
    @ fasilitas:. Kamar mandi air panas,.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras serba guna (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: