Skip to content

Waktu

September 30, 2011

Apakah yang paling jauh di dunia ini? Maka jawabnya masa lalu. Sebab dia tak akan pernah kembali lagi. Waktu tak akan pernah kembali menghampiri hidup kita. Dia terus berputar seirama jarum jam berdetak, dan kita sebagai manusia mau tidak mau, suka atau tidak suka wajib bergerak mengikuti irama jarum jam yang terus bergerak maju.

Itulah waktu. Dia tak akan pernah kembali lagi. Dia akan terus bergerak dari mulai pukul 00 s.d 24.00. Dalam 24 jam perputaran waktu itu sudahkah anda merenungkan soal waktu? mulai dari bangun tidur sampai tertidur lagi.

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman, dan beramal sholeh. Saling nasehat menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran”.Itulah bunyi kalam ilahi yang sering kita dengar dari kitab suci Al-Qur’an.

Manusia jelas akan merugi jika tak memanfaatkan waktu dengan baik. Budaya tepat waktu harus dijunjung tinggi, dan budaya disiplin soal waktu harus ada dalam diri kita agar kita jadi manusia yang mampu memanfaatkan waktu untuk bermanfaat untuk orang banyak.

Setiap manusia diberikan waktu selama 24 jam dalam hidupnya. Tetapi mengapa kualitas manusia berbeda? Ada yang sukses dalam hidupnya, dan ada yang gagal. Mengapa ini dapat terjadi? Karena mereka yang memanfaatkan waktu dengan baik akan menjadi manusia teladan bagi manusia lainnya. Dia mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu siapa yang mampu mengolah waktu dengan baik, maka dia akan menjadi manusia kreatif yang mampu mengisi hari-harinya dengan baik untuk menjadi manusia yang berkarakter. Seorang manusia yang selalu disiplin masalah waktu, dan mampu mengolahnya dengan baik. Senantiasa menjaga sholat berjamaah, dan tida mau sholat seorang diri. Sebab dalam sholat berjamaah itu terkandung nilai yang sangat dahsyat.

Waktu tak akan pernah kembali lagi. Dia akan menjadi sesuatu hal yang sangat jauh dan hanya tinggal kenangan. Siapa yang mampu memanfaatkan waktu, maka dia akan menjadi manusia tangguh yang mampu bergumul dengan waktu. Mulai dari saat bangun tidur sampai mau tertidur lagi. Hari-harinya terisi dengan kegiatan yang berguna, dan bermanfaat untuk orang banyak.

Waktu itu bagaikan pedang. Siapa yang mampu mengelolanya dengan baik, maka pedang itu akan menjadi sahabat hidupnya. Tetapi, bagi mereka yang tak mampu memanfaatkan soal waktu akan segera ditebas oleh pedang yang ada dihadapan mata.

 

*Courtesy: Om Jay

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: